Terhempas buat ku tak mampu terbangun lagi…
Terjatuh membuat jiwa dan raga terasa sakit…
Perlahan aku tak terpikir akan mendengarnya lagi…
Sendu pilu bagaikan terbakar oleh api…
Meratapi ucapan yang tak mesti terulang lagi….
Karna hati ini lumpuh dan tak berdaya saat kau tuturkan kata itu lewat hati…
Kata demi kata kau goreskan membuat hati bagai tercabik oleh duri….
Terjatuh membuat jiwa dan raga terasa sakit…
Perlahan aku tak terpikir akan mendengarnya lagi…
Sendu pilu bagaikan terbakar oleh api…
Meratapi ucapan yang tak mesti terulang lagi….
Karna hati ini lumpuh dan tak berdaya saat kau tuturkan kata itu lewat hati…
Kata demi kata kau goreskan membuat hati bagai tercabik oleh duri….
Jiwa ini mengerti….
Jiwa ini pahami…
Hatimu sakit karna ulahku sendiri….
Hatimu kecewa karna tingkahku sendiri……..
Hatimu sedih karna sifatku yang selalu abaikan dirimu…..
Mentari takkan terbit lagi di ufuk timur bila kau tak ada lagi disisi ini…..
Rembulan kan hilang tah kemana jika kau tak lagi temani malam-malamku……….
Jiwa ini pahami…
Hatimu sakit karna ulahku sendiri….
Hatimu kecewa karna tingkahku sendiri……..
Hatimu sedih karna sifatku yang selalu abaikan dirimu…..
Mentari takkan terbit lagi di ufuk timur bila kau tak ada lagi disisi ini…..
Rembulan kan hilang tah kemana jika kau tak lagi temani malam-malamku……….
Rumpun gerimis membasahi hati ini bersamaan dengan air mata yang kian menetes di pipi…
Sayank dengarkan hati ini meronta…
Seakan memanggil jiwamu agar tak tinggalkan ku…
Sayank dengarkan jiwa ini berharap seakan ingin hanya dirimu yang
slalu temani diri ku…
Ku mencintaimu labih dari yang kau tahu…
Ku mengharapkan mu meski kau tak lagi mengharapkanku……..
Sayank dengarkan hati ini meronta…
Seakan memanggil jiwamu agar tak tinggalkan ku…
Sayank dengarkan jiwa ini berharap seakan ingin hanya dirimu yang
slalu temani diri ku…
Ku mencintaimu labih dari yang kau tahu…
Ku mengharapkan mu meski kau tak lagi mengharapkanku……..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar